Prioritas Membaca

PENDAHULUAN

Siapapun anda, seorang eksekutif, manajer,karyawan muda,peneliti,professional lainnya, ataupun ibu rumah tangga yang merasa punya waktu amat sempit,harus berani membuat prioritas dalam mebaca. Jangan membaca yang tidak dibutuhkansegera anda membuat kategori berikut:
1. apa yang dapat menambah informai, meningkatkan studi, meningkatkan karier dan pekerjaan, serta menghibur anda
2. apa yang tidak menarik dan tidak berguna bagi anda ataupun tugas anda.
Dahulukan hal pertama dan singkirkan hal ke dua itu.
1. baca dan susul tindakan untuk hal-hal yang memang menuntut perhatian yang segera. Tentukan waktu untuk membaca dan menyelesaikan masalah itu. Bagi kepada orang lain, delegasikan apa yang dapat didelegasikan, baik untuk membaca surat maupun laporan atau majalah. Ambilyang memang betul-betul anda sendiri harus membacanya.
2. bahan yang tidak perlu ditangani skarang – missal suatu artikel yang menarik bagi anda- sisihkan dahulu. Letakkan di tempat yang mudah terjangkau, untuk dibaca pada waktu senggang nanti sambil menunggu makan siang, misalnya.
3. ingat elalu tujuan anda. Banyak kebutuhan dalam membaca, kadang-kadang cukup dengan skimming, tidak perlu membaca secara keseluruhan, tetapi memang adakalanya membaca secara lengkap. Untuk non-fiksi, baik artikel atau buku,hendaklah berpedoman jangan dibaca apa yang telah anda ketahui. Baca saja yang memuat ide baru, gagasan baru, demikian juga laporan, surat dan bahan lain yang disodorkan kepada anda.
4. surat-surat bisnis, bereskan segera. Kalau perlu buat foto kopi dan segera kirim, jangan ditnda-tunda. Atau, angkat telepon untuk dalam kota.
5. baca surat kabar dengan cepat. Bahasa yang dipakai surat kabar sangat mudah diikuti. Maka jangan berlama-lama dengan surat kabar, barangkalitugas lain yag membutuhkan lebih banyak perhatian anda masih banyak.
6. baca majalah dengan cerdik. Cepat balik-balik majalah; perhatikan secara kilat gambarnya. Grafik yang ada, data, table dan seterunya, lalu baca artikel yang relevab saja, yang sesuai dengan kebutuhan anda saja.
7. biasakanlah membaca resensi buku yang menarik anda, maupun yang berhubungan dengan karier dan keterampilan anda. Di sana barangkali anda akan menemukan informai yang relevan untuk anda. Dan barangkali anda memerlukan untuk memneli bukunya.
8. baca, nilai dan bertindaklah. Jangan membaca sekadar membaca, tetapi: membaca, menilai, susul dengan tindakan yang perlu.

PEMBAHASAN

I. Waktu untuk membaca

Waktu untuk membaca harus kita ciptakan : setiap hari, kalau mau banyak waktu untuk membaca, misalnya ketika menunggu keberangkatan pesawat terbang, di ruang tunggu dokter, menunggu giliran potong rambut, menunggu telepon, sebelum pertunjukkan dimulai, dalam perjalanan di kendaraan, dan sementara makanan disiapkan.
Jangan hanya membaca koran atau majalah hiburan, mulailah dengan membaca buku yang seriu tetapi menarik bagi anda dan jurnal yang dapat menambah pengetahuan, keterampilan atau meningkatkan karier, yang berhubungan dengan pekerjaan anda. Dari buku itu kita dapat menemukan teori dan pembahasan yang mendalam tentang suatu masalah dan ilmu pengetahuan. Jurnal tidak hanya memberikan informai literature, tetapi juga memuat gagasan baru yang penting.

• Siapkan beberapa judul

Untuk membantu keputusan mau membaca, buku harus mudah diraih. Oleh karena itu, sediakan beberapa judul buku dan letakkan di:
1. kamar makan, untuk dibaca pada saat makanan belum iap
2. kamar tidur, untuk dibaca kalau belum tidyr
3. kamar tamu, untuk dibaca beberapa menit menunggu tamu dating
4. beranda belakang, untuk dibaca selagi bermalasan sore hari
5. dkat pesawat telepon, untuk dibaca sambil menunggu di perjalanan.
6. tas kantor, untuk dibaca sewaktu-waktu menunggu di perjalanan.
7. mobil, untuk dibaca kalau tidak puing
8. saku, untuk dibaca pada waktu kapan saja dan di mana saja.

• televisi

kurangi melihat televisi. Pilihlah acara-acara yang benar-benar menarik. Bacalah buku.
• Mengobrol

Kita semua memilikiwaktu yang tepat sama, yaitu 24 jam. Ungkapan itu sudah menjadi klise ehingga kurang manis, dan terdengar risi di telinga, tetapi seandainya saja kita menyadari bahwa aktu itu sama sekali tidak dapat diukur kita akan dapat menilai bahwa banyak diantara kita yang sangat royal menggunakannya. Betulkah?
Nah, bagaimana pula pendapat anda dengan pernyataan ini: orang yang suka mngeluh tidak punya waktu hanyalah orang-orang yang punya waktu banyak. Untuk menguji pendapat anda mengenai pernyataan itu tidak usah jauh-jauh. Tengoklah sekeliling anda dan cookkan dengan pendapat berikut ini: orang sibuk adalah selalu dicari orang.
Apapun persepsi anda tentang waktu tak relevan dengan buku ini. Maksud dua paragraf di atas hanyalah ingin mengantar atu pertanyaan yang perlu anda jawab ehubungan dengan niat anda membaca buku system membaca cepat dan efektif ini:
Apakah anda punya waktu untuk membaca?
Apabila jawaban anda di antong baju anda semua menyatakan “tidak ada”, jangan gelisah. Banyak pembela anda. Di surat kabar banyak yang mengatakan bahwa kebudayaan kita ada;lah kebudayaan bertutur (ngomong) bukan kebudayaan membaca. Akan tetapi, apabila dalam menjawab pertanyaan di atas anda mengatakan “ada” maka pegang biat anda itu. Kurangi mengobrol tanpa arah dan guyonan (gurauan) yang tak habis-habisnya. Sebaliknya , gunakan waktu anda untuk membaca.

• 20 buku setahun

Andaikata rata-rata kecepatan membaca anda 300 kpm ( kata per menit) untuk buku-buku bacaan yang tidak terlalu srius; novel, biografi, hobi, yang berhubungan dengan keterampilan dan karier. Dan dalam sehari anda meyediakan waktu 15 menit. Dalam sehari anda akan membaca 4.500 kata. Kalikan 7, yang merupakan jumlah hari, maka dalam seminggu: 31.500 kata. Kalikan 4, jumlah minggu dalam sebulan maka sebulan: 126.000 kata. Kalikan 12, jumlah bulan dalam setahun, maka total : 1.512.000 kata.
Tebal buku antara 60.000 dan 100.000 kata.rata-rata tebal 75.000 kata. Apabila anda menyediakan waktu 15 menit per hari dngan patuh anda jalani, dalam setahun anda akan membaca 20 buku. Apabila eseorang telah melakuannya pada waktu ia telah pandai membaca, dalam hidupnya ia akan membaca –katakanlah selama 50 tahun – buku sebanyak: 1.000 judul. Hal ini bukan main-main. Yang penting, iptakan sejak sekarang : 15 menit per hari!

II. Membaca surat kabar

Peristiwa ini sering kita temui, di mana-mana orang terlalu berlama-lama membaca surat kabar. Dan menelantarkan bahan lain yang harus dibaca: laporan, surat, buku yang berhubungan dengan karier dan tugasnya. Terlalu banyak apabila surat kabar harus dibaca secara lengkap. Oleh karena itu, perlu di adakan kimming dan scanning untuk mencari suatu data aau informai yang ada pada judul, misalnya, atau yang anda perlukan saja. Jangan dibaca semua, tetapi paragraph yang memuat data itu saja. Membaca surat kabar harus menyenangkan, tetapi juga harus berharga.
Surat kabar dituli untuk public, umum, untuk mudah dimengerti oleh anal umur 12 tahun. Penuh dengan ulangan dan informai. Oleh karena itu, dapat dibaca dengan cara yang serdik. Bacalah surat kabar dengan penuh keterampilan dan kecepatan sebaga berikut:
1. sapu keseluruhan dengan headline-nya, judul-judul besarnya, dan paragraph pertama , erta kalau perlu sub judulnya dan paragraph dibawahnya. Atau paragraf yang memuat berita yang anda perlukan saja.
2. baca untuk mengingat sesuatu dengan mengambil intisari atau fakta yang berharga.
3. untuk mnambah pengetahuan umum: bacalah dengan antusias, dengan kecerdasan dan dengan kecepatan. Semakin cepat berarti semakin leka dan banyak menyerap ide, sehingga semakin banyak informasi yang masuk
4. dapat ide pokok editorial dan tulisan orang, untuk mendapatkan tambahan opimi (pendapat)
5. pergunakan untuk membaca dengan waktu tertentu, misalnya halaman satu 7 menit, dan seterunya sehingga kita terangsan untuk membaca dengan cepat.

• Struktur pyramid terbalik

Redaksi surat kabar tahu bahwa pembaca adalah orang sibuk yang ingi menyerap informai dengan pat. Oleh karena itu, ada standar jurnalistik, yaitu struktur berita berbentuk pyramid terbalik yang berarti: menaruh ide pokok di paragraph pertama dan kedua, yang mengandung jawaban atas pertanyaan 5w dan 1H : apa yang terjadi, siapa yang terlibat, kapan terjadinya dan di mana serta bagaimana terjadinyadan sebabnya terjadi. Kemudian bagian eterusnya merupakan keterangan detail makin ke bawah makin kurang penting. Struktur pemberitaan pyramid terbalik ini mempunyai dua tujuan. Pertama, untuk membantu pembaca yang sibuk, yang hanya ingin mengetahui id pokoknya saja. Kedua, untuk penata leta mngatur penempatan pada kolom, jia haru di ptng karena keterbatasan tempat sehingga dap[at dikurangi hal yang kurang penting.

• Banyak ulangan

Berita di suat kaba selalu diulang. Apa yang yang udah terdapat pada paragraf pertama atau kedua sering diulang di bawahnya. Apa yang sudah di muat kemarin, diulangi lagi hari ni untuk membuka kronologinya. Ulangan berita ini terutama terdapat pada berita tentang uatu peristiwa yang dalam pemberitahuannya membutuhkan dramatisasi. Untuk mendapatkan dampak yang efektif, gari besar cerita ada di paragraph lead, yakni paragraph pertama dan kedua. Lalu ceritakan kembali dalam dtail dan eritakan kembali lebih lengkap pada paragaf –paragraf selanjutnya. Oleh karea itu, pembaca sendiri harus menyesuaikan, ejauh mana ia harus membaca, menirut kepentingan masing-maing. Tidak semua yang dicetak itu haru and abaca mentang-mentang surat kabar itu mulik anda.
Jenis warta yang berbentuk kutipan, terutama dalam reportase apa yang dibicarakan oleh tokoh-tokoh masyarakat atau negarawan erring jga memakai gaya ulangan. Setelah dilaporkan dengan kalimat tak langsung, masih diulangi dalam kutipan lengkap. Jika anda telah merasa cukup mendapatkan inormasi dari reportasenya itu , tak perlu membaca kutipan lengkapnya. Baca secukupnya saja, tidak ada gunanya berlebihan. Cepat pindahlah ke kom lain.
Semua yang sudah anda ketahui, isalnya yang sama persis dengan siaran televisi semalam, atau telah anda ketahui dari media lain, jangan dibaca sekalipun itu tercetak di halaman surat kabar anda. Pokoknya, apa yang sudah anda ketahui jangan dibaca, lewati saja paragraph itu, atau berita itu. Juga hal-hal sering ditulis di surat kabar eperti berikut ini:
1. jabatan tertentu yang mengiringi nama eorang, misalnya:
Ronald Reagan, presiden Amrika Serikat, mengatakan……..
Menteri luar negeri Mochtar Kusumaatmadja pagi ini berangkat….. dan seterusnya.
2. keterangan-keterangan tambahan yang sudah umu diketahui, misalnya:
icuk sugiarto, penyandang gelar dunia bulu tangkis tahun 1983, dalam latihan ini…. dan seterusna.
Kepala cabang BRI (Bank Rakyat Indonesia) kendari seterusnya. Gedung Sarinah yang merupakan gedung bertingkat pertama yang didirikan pada zamannya Bung Karno masih jaya…….
Keterangan tambahan itu memang diperlukan dalam penulisan dan dapat menambah informai bagi yang belum mengetahui. Akan tetapi, apabila anda telah mengetahui, lewati saja semua itu dan cepat temukan gagasan lain yang terkandung dalam berita tersebut.

• Mengenali fisik surat

Untuk keperluan penelitian, atau keperluan lain yang lebih sederhana –misalnya mencari kembali suatu iklan – sering kita harus menghadapi tumpukan surat kabar beberapa bulan sekaligus. Kalau sudah jelas apa yang anda cari itu, misalnya berita daerah, dan anda yakin di kolom-kolom itu, lakukan pencarian itu dengan tangkas. Buka langsung halaman yang biasa memuat jenis berita atau tuisan itu.
Tiap surat kabar mempunyai kekhasan masing-masing dalam menata kolom-kolmnya. Bahkan tipgrafinya pun sangat individual sifatnya, artinya bahwa masing-masing surat kabar itu mempunyai jenis huruf dan ukurannya sendiri. Sudah menjadi etika dunia pers, satu penerbitan surat kabar tak akan menyamakan tipografinya dengan surat kabar lain.oleh karena itu, apabila menghadapi tumpikan surat kabar untuk menemukan berita atau tulisan yang anda butuhkan, lakukan survey terlebih dahulu. Kecuali memang surat kabar itu telah anda kenali, survey surat abar itu beberapa menit meliputi: tata letak,tipografi, penempatan jenis berita, penempatan tulisan tertentu pada halaman tertentu, letak tajuknya, penempatan iklannya, dan sebagainya. Lalu gunakan tangan anda dengan tangkas membuka halaman yang anda butuhkan itu dan tancapkan pandangan ke halaman itu. Jika tidak ada di sana berita yang anda cari, segera tutup dan ambil surat kabar berikutnya. Jangan mudah tertarik pada tulisan atau berita lain yang tidak relevan dengan yang anda cari karena hanya membuat anda berlama-lama.
Cara seperti di atas dapat anda lakukan setiap hari. Apabila anda mempunyai perhatian terhadap bidang tertentu, misalnya masalah luar negeri, setelah anda menelusuri halaman satu anda dapat dengan cepat membuka halaman yang memuat masalah tersebut karena and atelah mengenali letaknya. Lalu halaman yang memuat tajuk rencana barangkali tajuknya membahas masalah yang anda amati, dan halaman artikel barangkali ada tulisan yang menarik perhatian anda. Baru kemudian apabila anda masih mempunyai waktu anda dapat menelusuri kolom-kolom lain untuk menambah pengetahuan uum anda. Dngan demikian anda dapat menyelesaikan tugas dengan cermat dan tepat.

• Tujuan membaca surat kabar

Seorang yang tangkas, membaca dari kolom ke kolom dengan alas an tertentu tidak asal membaca. Sebelum memulai ia menentukan tujuannya, untuk apa ia membaca, mengapa ia membaca soal itu. Hal itu dilakukan dalam tempo hanya sekejap, pada saat ia melayangkan pandangan ke judul yang tercetak di kolom itu. Kalau tidak ada alas an untuk membacanya ia tidak berenti disana, ia meneruskan pandangannya sekalipun ia hanya sekejap untuk menentukan membacanya. Hal itu merupakan keputusan penting pada keseluruhan total tindakan untu membacanya: ia melihat dengan jelas mengapa ia membaca soal tindakan untuk membaca soal tertentu itu. Oleh karena itu ia juga menentukan cara apa yang paling tepat.
Banyak alas an yang dapat memberikan motivasi untuk sampai pada keputusan tuuan kita membaca. Beberapa di antaranya dicatat oleh paul D.Leedy(1956) sebagai berikut:
1. untuk mengerti ide pokoknya.
2. untuk memahami fakta dan detai khusus.
3. memahamimprinsip dasar dan luas suatu masalah.
4. mengikuti petunjuk yang ada
5. meningkatkan kekayaan pengetahuan umum.
6. untuk mengetahui apakah penuli konsisten (taat asa) dan logis dalam cara berpikirnya.
7. untuk terus mendapatkan informasi tentang apa yang terjadi di dunia.
8. untuk memecahkan suatu masalah
9. untuk mngecek ataupun mengenali berbagai fakta
10. untuk membentuk opini
11. untuk mempelajari pendapat orang lain yang tidak sebaya tentang suatu masalah yang kita hadapi ataupun yang dihadapi oleh manusia umumnya.
12. untuk menilai sesuatu.
13. untuk mencari bagaimana sesuatu itu dikerjakan
14. untuk mengetahui motif penulis
15. untuk membentuk suatu basis sebelum memuat suatu keputusan
16. untuk apresiasi pandangan orang lain
17. untuk membentuk minat dan hobi baru
18. untuk menyiapkan diri dalam menentukan posisi kita dalam menanggapi isu.
19. untuk menghibur diri dengan membaca agar dapat tertawa
20. untuk meningkatkan kemampuan membaca
21. untuk mengerti diri sendiri
22. untuk meningkatkan kepribadian
23. untuk mengerti maksud peta, grafik, table yang ada
24. untuk menentukan di mana membeli sesuatu
25. untuk mencari identitas diri
26. untuk memperluas minat kita
27. untuk mengetahui suatu informasi khusus
28. untuk mengecek kebenaran penulis lain.
29. untuk mengetahui suatu tempat yang jauh dari orang-orang aneh
30. untuk mengetahui suatu pilihan yang cemerlang atau suatu pilihan dari banyak alternative
31. untuk memberikan informasi orang lain
32. ntuk membentuk suatu suasana pribadi yang nyaman
33. untuk memberikan kpuasan pada kesukaan akan berbahasa
34. untuk mencari suatu arti kata atau istilah.
35. untuk menambah perbendaharaan kata
36. ntuk menulis laporan dan pidato
37. untuk membuat kritik, ringkasa, atau review
38. untuk meramal
39. untuk membuat ikhtisar jalan pikiran penuli
40. untuk menentukan di mana membeli sesuatu

III. membaca surat

sekalipun udina, banyak eksekutif mengelola surat-surat sebagai urusan personal. Direktur sering membukanya sendiri. Sebaiknya sebelum sampai ke meja anda ada yang telah memilah-milahnya, sehingga surat-surat yang sampai di tempat anda itu memang menjadi urusan anda. Yang tidak untuk anda bias langsung ke bagian yang mengurusinya.
Apabila ada yang menyiapkan, tumpukan surat perlu disusun menurut kepentingannya, dan disertai berka yang perlu, yang ada kaitannya dengan surat itu. Dengan demikian, anda dapat mempelajarinya dengan seksama dan dapat membuat keputuan dengan cepat.

• Jatah waktu

Kalau memang volume surat itu besar, tentukan aktu khusus untuk membacanya.
1. lamanya bergantung pada kebutuhan
2. usahakan pada waktu-waktu yang tak akan diganggu oleh telepon ataupun tamu.
Dengan demikian, anda dapat berkonsentrasi dan dapat cepat menyelesaikan pekerjaan itu.

• Cara membaca

Cara membaca dapat dilakukan sebagai berikut:
1. layangkan pandangan dengan cepat sekali ke kepala urat, dan serentak terpikir: siapa penulisnya? Apa gerangan maksudnya? Surat umumnya mudah dimengerti dengan cepat. Adakalanya harus dibaca dengan hati-hati
2. paragraph pertama biasanya untuk mengantar isi surat, “kami telah menerima………” ,”mmbalas surat anda……”. Lewati paragraph ini layangkan pandangan ke pinggir kiri pada awal tulisan begini, “ seperti sudah…”, an seterusnya. Inipun dapat dilewati.
3. konsentrasikan ke tengah: di sinilah pokok surat. Lambatkan cara membaca anda. Kalau ternyata bukan surat penting, percepat membacanya.
4. paragraph akhir merupakan penutup, basa-basi. Cepat beralih untuk memutuskan surat ini: ambil tindakan, kemana dapat disalurkan? Ke arsip? Dibuang?ke bagian lain? Atau harus anda balas?
5. surat-surat biasanya ditulis dengan struktur dan bahasa yang lugas, tidak ulit. Bacalah dengan system telegrafik. Baca kata-kata kuncinya saja.
6. paragraph tidak seperti dalam tuisan. Terkadang dipakai agar tidak terlalu panjang dan enak dilihat.

• Buang

Yang tidak layak disimpan atau didisposisikan, atau tidak perlu disampaikan kepada orang lain, buang saja ke kerangjang sampah, misalnya:
1. undangan rapat
2. tanda terima
3. memo yang sudah selesai persoalannya
4. surat pemberitahuan dan sudah selesai peroalannya
5. surat penawaran yang tidak relevan.

• Jawaban

Yang perlu balasan hendaklah anda balas segera. Kalau tidak, ungkin surat itu akan and abaca beberpa kali.
1. cara membuat jawaban:
a. membuat konsep sendiri
b. tulis pokok-pokok surat di pinggir atau di atas surat itu: atau, di kertas yang dijepit pada surat
c. dikte: langsung atau dengan mesin dikte, dikte lebih cepat daripada menulis:kecepatan tulisan tangan 20-30 kata per menit. Bicara, 150 kata per menit.
2. untuk menghemat waktu, bila perlu fotokopi surat itu, tuis jawabannya di sana, lalu kirim. Terutama untuk surat-surat pembelian/ pemesanan.
3. untuk pola yang sudah tertentu sediakan formulir, sehingga dapat dengan cepat disiapkan
4. untuk dalam kota lebih hemat bila dijawab dengan telepon. Elesai menelepon buat catatan di surat tersebut tentang isi pembicaraan di telepon

• disposisi

yang perlu didisposisikan, sampaikan segera hari itu juga ke bagian yang semestinya. Kalau perlu, tandai pokok surat yang perlu mendapat perhatiannya.

IV. Membaca Komputer

Pada tahun 1960-an orang meramalkan bahwa dua puluh tahun kemudian, televise dan computer akan menggusur buku. Akan tetapi,ramalan itu ternyata tidak benar. Sampai hari ini dunia kita tetap dibanjiri barang percetakan, berupa: buku,majalah,jurnal,surat kabar,brosur,leaflet (lepitan), surat,memo,intruksi,iklan,graffiti,dan sebagainya. Media itu masih hadir bersama computer.
Yang membedakan computer dari buku adalah : cahaya. Layar berpijar,huruf persegi panjang yang berkedip. Pijaran dan kerdipan inilah yang membuat mata menjadi penat.
Huruf-huruf yang cepat menghilang membuat Anda bergegas menyelesaikannya sehingga tidak dapat regresi (mengulang). Sistem mempercepat membaca sama dengan membaca cetakan, antara lain bacalah dengan system telegrafik (kata-kata kuncinya dibaca).

• Untuk Mengurangi Kelelahan Mata

Untuk mengurangi kelelahan mata dapat diikuti ketentuan berikut :

1 Aturlah cahaya sehingga tidak terlalu tajam atau terlalu lemah. Anda tidak usah membelalakan atau mengecilkan mata. Lebih bagus lagi, tambahkan semacam filter yang mengurangi ketajamn pada monitor (untuk televisi tambahkan beam scope).

2. Biasakan melihat ke layer secara keseluruhan,jangan terlalu terpaku pada huruf atau cursor.
3. Istirahatlah melihat untuk mencegah kelelahan dengan :
a. mengedipkan mata, dan
b. melihat kea rah lain, dekat dan jauh, beberapa kali lalu lanjutkan.
4. Tiap setengah jam, gerakan leher dan bahu, pantat dan kaki,juga otot-otot muka Anda. Atau, berjalanlah barang sebentar.
5. Di optikal Anda dapat memesan kaca mata dengan Datalit BT Colour, jenis kaca yang diperuntukan operator computer.
6. Letakkan computer di depan Anda sedemikian rupa sehingga jarak mata ke layar kurang lebih 55 cm

Suatu tempat kerja dengan Video Display Unit (VDU) mempunyai tiga objek penglihatan yang berlainan ,yaitu : layar (BS), keyboard (T), dan naskah (B). Tiga objek dapat diatur dalam beberapa cara yang berbeda.
Dalam banyak hal, layar VDU akan berada setinggi mata. Dengan system yang digunakan sekarang,keyboard tidak lagi merupakan bagian yang menyatu dengan VDU itu sehingga dapat diletakan dalam posisi yang kita kehendaki.
Berbagai-bagai kemungkinan pengaturan bagi tempat kerja ber-VDU memerlukan pemecahan –pemecahan yang dapat disesuaikan secara perseorangan bagi koreksi presbyop.

V. Membaca Kata-kata Sulit

Usaha orang dewasa belajar bahasa asing saa dengan semasa kanak-kanak tatkala kita baru belajar membaca. Kita berusaha mengenali atau menemukan arti kata yang sebenarnya. Baru kemudian setelah mengenaki kata-kata itu masing-masing, kita memahaminya sebagai sebuah hal (dalam konteks). Untuk melafalkan secara tepat, kita mengucapkan kata demi kata itu secara lengkap dan nyaring.
Apabila membaca teks yang ditulis dalam bahasa asing banyak pembaca yang terlalu sering cepat memutuskan melihat kamus apabila sering menemui kata-kata sukar atau kata-kata baru. Cara-cara seperti itu tidak efektif. Pada waktu membaca,jangan sebentar –sebentar melihat kamus karena :
a. mengganggu konsentrasi
b. memperlambat membaca

• Ciri dalam Konteks

Jika mendapati kata baru, usahakan untuk mengarti artinya dalam konteks. Tebak dan kaitkan dengan pengertian bacaan. Jika belum juga diketahui,catat dalam ingatan, dan teruskan membaca. Percayalah pada prtemuan pertama mungkin kurang jelas. Pertemuan kedua,ada titik terang. Pertemuan ketiga,akan lebih jelas, dan seterusnya. Akan tetapi ingat, anda harus merperhatikan kata baru itu. Bila tidak, kata itu tentu saja akan lenyap dengan sendirinya, dan tidak ada artinya.
Semakin akrab dengan paragraph, kita semakin kurang tergantung pada kata-kata secara individual dan semakin ceapat memahami arti. Hendaknya perlu kita ingat, halaman cetak itu tidak memuat kata, tetapi warna, laku (action), ide, gagasan, pikiran, dan perasaan. Oleh karena itu, jangan terpaku pada kata. Jarang paragraf kehilangan pengertian karena suatu kata yang tidak dimengerti. Jika ada kata sukar, cari pengertiannya dalam konteks, hubungkan. Jika gagal, dan kata itu memang vital, tulis di kertas untuk dilihat nanti.

• Menambah Perbendaharaan Kata

Semasa kecil kita cepat menambah perbendaharaan kata dibanding tahun-tahun berikutnya. Semakin dewasa penambahan semakin berkurang, kecuali kalau kita banyak membaca dan semakin banyak variasi bacaan kita. Di Amerika serikat, untuk bahasa ibu penguasaan kata dasar pada anak dapat dibedakan dalam tiga jenjang berikut :
1. Umur 4 tahun : 5.000 kata dasar
2. Umur 7 tahun : 20.000 kata dasar
3. Umur 10 tahun : 35.000 kata dasar

Umur 6-10 tahun pertambahan kata dapat sampai ribuan per tahunnya, mesti tanpa usaha khusus. Umur 20-an hanya 100, kecuali memang banyak membaca.

Untuk menambah perbendaharaan kata, dapat dilakukan dengan dua cara :
1. Membaca dan mambaca. Dengan banyak membaca dan semakin bervatiasi jenis bacaan serta dengan membaca lebih cepat, banyak kata yang akan dibaca dan lebih banyak kata yang dimengerti, yang akan selalu bertemu kembali sehingga akrab.
2. Dengan memakai sistem tertentu yang berhubungan dengan pembentukan kosa kata (vocabulary building).

VI. Redundansi

Orang yang tidak mendapat latihan khusus terlalu banyak membuang waktu untuk menyerap tiap kata dan tanda-tanda baca dalam struktur kalimat.
Suatu kalimat tidak akan kehilangan arti apabila beberapa kata diantaranya dihilangkan. Kata-kata yang mestinya dapat dihiangkan inilah yang sering menjadi penghambat dalam membaca atau menjadi redundansi. Dalam membaca, mestinya kata-kata sepeti itu tidak usah dihiraukan sehingga dengan demikian cara menbaca kita menjadi lebih cepat.

VII. Telegrafik

Kata memang penting, tetapi tidak semua kata di dalam kalimat menjadi penting. Umumnya pembaca menganggapnya sama. Orang cenderung membaca semua kata yang ada daripada hanya berusaha mengerti gagasan yang ada.
Dalam satu paragraf, 50% kata dapat dihilangkan tanpa mengurangi arti. Ingat kalimat dalam telegram ! Membaca secara demikian disebut membaca secara telegrafik. Dan cara ini dapat diterapkan pada semua keperluan. Misalnya, paragraf di atas dapat dibaca sebagai berikut :

Suatu kalimat tidak akan kehilangan arti apabila beberapa kata di antaranya dihilangkan. Kata-kata yang mestinya dapat dihilangkan inilah yang sering menjadi penghambat dalam membaca atau menjadi redundansi. Dalam membaca mestinya kata-kata seperti itu tidak usah dihiraukan, sehingga dengan demikian cara membaca kita menjad leibih cepat. (23 dari 47 kata).

VIII. Susunan Kata

Dalam membaca, terkadang kita dapat mengabaikan susunan kata. Kemampuan menyerap ide tidak tergantung kemampuan ingatan mengikuti susunan kata, bahkan otak kita dapat menyerap ide tersebut tanpa menghiraukan susunan katanya.
Beberapa kata dalam kalimat memang sama sekali tidak dapat dikurangi atau diubah, terutama susunan kata yang sangat penting, sebab dapat berubah artinya, misalnya : anjing menggiit Nani. Hal ini akan kacau artinya apabila susuanan kata dalam kalimat

tersebut kita ubah, misalnya menjadi Nani menggigit anjing. Akan tetapi, pada kalimat tertentu tidak usah dihiraukan susunan katanya, misalnya sebelum kalimat itu ada pertanyaan “Nani sudah apa? “ Dalam sekejap, otak kita dapat menginterpretasikan dengan tepat sekalipun kita hanya memperhatikan kata makan.

IX. Informasi Tambahan

Baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulisan, banyak terdapat informasi tambahan. Misalnya, “Budi, sini “, cukup. Karena pertimbangan tertentu perlu diucapkan, “Budi, tolong dong kamu ke sini.” Dalam membaca, kita dapat langsung pada kata kuncinya.
Untuk mengerti suatu bahan bacaan, orang dewasa tidak perlu seperti anak. Orang dewasa dapat mengerti kalimat, paragraf, wacana tanpa membaca keseluruhan seperti yang dilakukan anak. Orang dewasa tidak hanya mampu menghilangkan kata, bahkan data menghilangkan frase misalnya, atau suatu kalimat dari paragraf , atau malah paragraf dari suatu bahan bacaan, tanpa kehilangan arti. Contoh :
“Kamu suka rokok apa?”
“Saya suka rokok buatan luar negeri merk Dunhill yang sudah terkenal di mana- mana itu.”

Dalam contoh di atas, kita mestinya cukup menyapu dengan cepat dan berhenti sejenak di kata Dunhill. Lalu, selesai. Keterangan yang lain tentang Dunhill itu sudah tahu, untuk apa dibaca? Lagi pula hal itu tidak relevan dengan tujuan kita.

X. Latihan Membaca Cepat dan Efektif

Sehubungan dengan minat seseorang dan pengalaman, bahan bacaan dapat dikategorikan dalam tiga macam, yaitu mudah, medium, dan sulit. Untuk latihan perlu bahan yang mudah dibaca, tanpa menimbulkan kesulitan untuk mengerti.
Gunakan bahan-bahan ini :
a. surat kabar,
b. majalah, dan
c. fiksi ringan.

Novel klasik, nonfiksi yang penuh detail, laporan teknik dan pengetahuan, serta sajak tidak untuk latihan karena sulit. Apabila skill (keterampilan) yang diperlukan telah dikuasai untuk bahan yang mudah, dengan sendirinya akan mudah diterapkan untuk bahan yang sulit.

Selai itu, bahan juga perlu yang menarik, tudak membosankan sehingga dapat mendorong untuk membacanya, baik bahan fiksi maupun nonfiksi.
Secara fisik, bahan latihan juga harus menarik dan bermutu. Perwajahan dan tata letak harus enak, serta sedap dipandang. Cetakan juga harus jelas, hitam. Huruf jangan terlalu kecil.

• Latihan dengan Kemauan

Buku ini disusun sepraktis mungkin sehingga Anda diharapkan dapat melakukan apa yang disarankan dalam buku ini. Asalkan Anda rajin melakukan latihan dengan semangat dan tekad serta berdisiplin, Anda dapat meraih sukses. Apabila Anda merasa kurang dalam melakukannya sendiri, bagus apabila dapat mengikuti suatu latihan yang diadakan seorang instruktur yang terlatih di kota Anda. Latihan dengan instruksi dapat menjadi usaha yang remedial. Tujuannya mentransfer potensi kecepatan ke situasi normal, menjadikan kebiasaan. Untuk itu, dalam latihan dengan instruktur Anda diminta berulang-ulang untuk mengikuti petunjuk, didorong, dan didesak. Keuntungan mengikuti latihan dengan instruktur adalah sebagai berikut.
1. Kita akan mengalami perubahan bila kita mengikuti dorongan tersebit.
2. Kita akan menjalani latihan kecepatan yang akurat untuk :
a. Menyerbu bahan bacaan dengan agresif yang akan mempertajam konsentrasi dan meninggikan pemahaman.
b. Memperkecil regresi (pengulangan)
c. Menghentikan perhatian yang terlalu pada detail yang kecil-kecil.
d. Belajar membaca dengan sense of urgency, kebutuhan yang mendesak.
e. Belajar dengan cepat menyerap ide pokok, mendapatkan gambaran yang menyeluruh.
f. Membangun kosa kata dan mendorong keingintahuan.
3. Teknik membaca cepat dan efektif harus terus-menerus dilatih. Tidak hanya dengan keinginan (wishing), tetapi dengan kemauan (will).
4. Keterampilan dan tujuan latihan kita tingkatkan secara bertahap dan meyakinkan, tidak dapat menjadi ahli dalam sekejap.
5. Latihan setiap hari. Baca dan baca setiap hari, setiap saat. Tidak cukup membaca banyak, tetapi membaca secara efektif , memakai teknik yang produktif. Adakalanya orang merasa berhenti, tidak maju ; untuk ini tetaplah tekun.
6. Untuk membaca cepat tidak cukup belajar praktis dengan teknik efisien, tetapi juga dengan sungguh-sungguh, dengan kejam harus berani membuang kebiasaan yang menghambat.
7. Semua metode untuk menambah kecepatan membaca harus terus-menerus hingga menjadi kebiasaan.
8. Kita akan mengalami perubahan secara psikologis bila kita mengikuti latihan dengan instruksi dan dorongan : secara mental dan emosi.
9. Sisihakan waktu setiap hari untuk meningkatkan cara membaca. Sewaktu latihan, matikan televise dan radio. Carilah tempat yang membuat Anda dapat membaca.
10. Gunakan bahan yang harus Anda hadapi sekaligus untuk latihan. Lakukanlah dengan kesadaran penuh, sewaktu-waktu Anda membaca, dengan menggunakan teknik-teknik membaca efektif.
11. Bila kita memaksa diri, dengan yakin dan sungguh-sungguh, kita akan dapat kebiasaan membaca dengan cepat.
12. Dalam latihan juga dilatih bagaimana menyesiakan jecepatan dengan bahan dan kebutuhan/tujuan.
13. Dalamlatihan juga dilatih bagaimana menghilangkan kemalasan dan mengurangi waktu menekuni detail.
14. Latihan juga meliputi bagaimana dengan cepat menelusuri bahan, dengan cepat mengikuti ide pokok, meraba struktur atau karangka berpikir pengarang.
15. Secara meyakinkan, metodik bagaikan seorang atlet yang sedang menyiapkan pertarungan di Asian Games, Olimpiade, setiap hari latihan Anda harus berlatih.
Selamat meraih sukses dan berjaya.

DAFTAR PUSTAKA

Soedarso.2006.Speed Reading.Jakarta:Gramedia pustaka utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: